Postingan

Pukul 10 malam, aku ingin tidur

Sederhana saja. Aku ingin bisa tidur lagi di jam 10 malam. Atau paling mentok jam 12, lah. Beberapa belakangan ini, khususnya semenjak menjadi mahasiswa, dengan jam pembelajaran yang sudah tidak seperti di sekolah sekolah. Harus berangkat sebelum pukul 7 dan berakhir pukul setengah 1 atau setengah empat kalau 5 hari kerja. Pembelajaran di kampus waktunya relatif fleksibel. Bisa dimulai pagi sekali, siang atau bahkan sore. Jadi aku tidak harus bangun pagi pagi sekali untuk berangkat ke kampus, ya mungkin kalau ada jadwal jam 7 atau jam 8 baru bisa bangun pagi. Hal tersebut menyebabkan aku berlebihan tidur di pagi/siang hari, yang mana itu mengakibatkan malamnya aku sulit untuk tidur. Awalnya itu tidak mengganggu, bahkan aku merasa senang karena belum pernah seperti itu sebelumnya. Malam tidur begitu larut, bahkan bisa dini hari, lalu bangunnya bisa begitu siang. Jam 8, jam 9, lama lama sampe jam 12 bahkan jam 1. Setelah beberapa tahun, itu mengganggu sekali. Jam tidurku berantakan. Tubu...

Sempro di sebelas (semester)

Update cerita perkuliahan semester ini. Ya, semester sebelas, yang ganas dan beringas. Setelah lega bisa menyelesaikan semua matkul di semester 10, karena tidak ada tanggungan matkul lagi, aku bisa fokus untuk mengerjakam sempro. Sebenarnya sudah nyicil dari lama, tapi karena dulu laptopku sempat ngehank dan aku belum nge back up kerjaanku, akhirnya hilang deh ituu garapan, yaa baru sampe bab 2 sih, dan itu yanh bikin aku tambah malas. Laluu mulai mengerjakan lagi, bab 1 bab 2 bab 3. Sebenarnya aman aman aja, cuma aku masih belum bisa pake zotero ituu, pusingg, jadi agak ku tunda untuk menyelesaikan karena masih bingung untuk ngasih daftar pustakane. Untungnya aku dibantu sama pacarku yang baikk hatii ehehe.  Rencana mau sempro bulan Agustus, tapi ternyata bulan itu banyak acara, biasaa agustusan. Terus mau di bulan September, ternyata masih banyak acara juga, yaudah deh yang penting garapane selesai dulu. Untungnya di bulan Oktober ga terlalu banyak acara, jadi bisa tuh ngurus pen...

Tipes bikin apess

Beberapa hari yang lalu, aku baru saja sembuh dari sakit. Sakit yang tak pernah aku duga sebelumnya. Ya, aku sakit tipes. Tidak pernah terbayang sedikitpun kalo aku bisa terkena penyakit itu. Karena paling mentok ya cuma pilek, batuk, sama masuk angin. Aku tetiba sakit itu di hari Senin. Padahal, sabtu dan minggu sebelumnya aku masih sehat sehat saja. Sabtu masih sempat sepedaan sampe boyolali, dan Minggunya sepedaan sampe kalasan. Mungkin selama sepedaan itu aku kurang minum kali ya, jadinya dehidrasi, sehingga Seninnya saat bangun tidur kepalaku langsung pusing, terutama di bagian kening sama leher belakang. Dari siang, sampe sore, panasnya semakin bertambah, puncaknya di malam hari. Aku panas sekali, kata Ibuk wajahku sampe memerah. Paginya langsung saja ku periksakan ke dokter. Tensiku 112/66, gatau itu normal, tinggi, apa rendah. Kemudian diagnosa dokter tadi aku panas karena kekurangan cairan, dan disarankan agar banyak banyak minum air putih. Setelah 3 hari berobat tu, panasnya ...

Zin(e) bikin inginnn

Zine . Adalah   publikasi independen dan berskala kecil, sering kali berisi teks dan gambar asli, yang dibuat dan didistribusikan di luar sirkuit penerbitan arus utama, dengan tujuan berbagi ide atau minat spesifik dan jarang dicetak dalam jumlah besar .  Publikasi ini sering kali mencerminkan semangat "do-it-yourself" (DIY) dan fokus pada topik-topik unik, seperti seni, musik, politik, atau pengalaman pribadi (itu dari google ya guys).  Tahun lalu, 2024, aku sempat mengikuti open submisi zine. Aku tertarik karena aku suka dengan temanya "menangisi perpisahan dalam satu tangisan", mealnkoli sekali. Ya karena juga saat itu hubunganku dengan kekasihku sedang diujung tanduk, bukan tanduk karena masih lapar loo yaa. Untuk outputnya nanti zine nya akan dipamerkan selama beberapa hari. Open submisi ini diadakan oleh seorang fotografer, namanya Mas Desta aka Rukii Naraya. Seorang fotografer idolaku yang tinggal dan berkarya di Jogja. Karya fotonya semacam dreamy dreamy git...

Insecure dengan adik tingkat

Ya, sebagai mahasiswa semester 10, mengulang mata kuliah bukanlah sesuatu yang baru lagi. Mulai dari semester 7, saat teman teman sudah mempersiapkan proposal, aku masih mengulang beberapa matkul. Aku mengulang semester berapa ya waktu itu, kalo ga 3 ya 5. 1 atau 2 tahun dibawahku berarti.  Semua berjalan lancar lancar saja, tetapi yang lumayan asik itu saat aku mengulang matkul semester 3. Mata kuliah speaking, dengan dosen yang sudah pernah mengajarku sebelumnya. Aku pasti ingat, tetapi lumrah jika pak dosen tidak ingat denganku sama sekali, karena saat diajar oleh beliau, kuliahnya daring atau online. Aku suka tugas tugas yang diberikan, dan yang paling menyenangkan saat itu adalah ketika disuruh mempraktekkan sebuah mini drama, saat itu kelompok kami bercerita tentang roro jonggrang. Dialognya bukan yang panjang panjang juga, cukuplah untuk latihan di semester semester awal. Prosesnya dimulai dari pembagian karakter dulu, reading, sampai akting. Waktu pertunjukan menggunakan ko...

buka buka buku

Sepertinya hampir semua orang yang pernah bersekolah, memiliki ikatan emosional dengan buku. Entah dengan buku tulis, buku gambar, buku pelajaran atau buku duluu topengmuu, ehehe bukan dongg, buka dulu itu, mahh.  Teringat betul saat masih sekolah dulu, saat akan memasuki tahun ajaran baru. Ganti buku seperti menjadi hal yang wajib, karena ya sudah berbeda materi dengan semester sebelumnya. 32 lembar, 38 lembar sampai 58 lembar.  Beberapa hari sebelum masuk hari pertama, buku buku baru itu dibuka dari sampul plastiknya. Cover dibuka, dibalik cover aku sibuk menulis namaku, nomer absenku, kelasku dan mata pelajaranku. Sampai tak sabar aku mengisi lembar pertamaku saat sudah masuk. Setelah masuk sekolah, guru guru juga selalu membagi lks baru. Sampai aku suka pada setiap buku buku baru, entah itu buku tulis, buku pelajaran atau buku yang lainnya. Tentu saja buku itu tak ku biarkan bersih begitu saja. Mungkin awal awal masih bersih, sampai pada akhirnya buku buku itu penuh dengan...

Solusi untuk sekuntum emosi?

Beberapa orang memiliki cara masing masing untuk meluapkan emosi. Ada yang dialihkan ke hal yang positif, ada juga yang dialihkan ke hal negatif, kalo itu sesuai keyakinan masing masing ajaa sih yaa. Tetapi berbeda dengan Lek Dodo (nama samaran guys, nama aslinya Widodo). Beliau adalah tetanggaku, agak jauh, sudah beda desa dan beda kecamatan juga, tapi ga beda kabupaten, yang jelas beda lagi yaa perasaann, woohhhh. Usianya sudah separuh abad, dan rambutnya sudah mulai memutih, karena terkena bayclin, eheheh, candaa. Beliau sempat bercerita tentang salah satu cara beliau mengendalikan emosi, khususnya saat marah.  Kata beliau, kalo marah tidak usah yang ngomel ngomel apa yang mencak mencak, cukup dengan menyembelih ayam lalu dimasak dan dimakan sendirian. Seperti terdengar aneh, tetapi...ya agak aneh juga sih. Mungkin seperti ini maksudnya, dengan menyembelih ayam, kan pasti melalui proses juga, kalo punya ayam sendiri harus nangkep, kalo ga punya ayam sendiri ya ayam e tetanggane,...