Postingan

Di tengah persimpangan, sebelum sampai ke seberang jalan

Mengendarai supra lama, keluaran 2001, aku menjelajahi dunia. Ya walau masih sekitar Solo Jogja sajaa ehehe. Terkadang, sesaat sebelum menyebrang, ada sedikit waktu untuk berpikir, dan gelisah. Anak anak SMP SMA, kendaraannya bagus bagus, keluaran terbaru, entah orang tuanya kerja apa. Pikirku, dulu semua orang membeli barang baru itu cash, tidak nyicil, tapi sekarang, sepertinya cara pandangku berubah. Setelah bertemu sebagian orang yang memiliki kesimpulan hampir serupa dan sama, "la nek ra nyicil yo ora gek ndue", ya sudahlah tak apa, paling tidak, motor supra tidak membuatku pusing setiap bulan bayar angsuran. Tapi, kadang juga malu kalau semisal aku punya pacar dan aku boncengkan naik supra. Sementara Bapak bapak, masih banyak yang pakai motor manual, entah kopling atau non kopling. Apa adanya, tidak terlalu bersih dan mengkilap juga. Seringnya penuh debu dan abu abu. Yang membuatku berpikir adalah, apa iya, sebenarnya Bapak bapak tersebut mampu membeli motor baru, bahka...

Setelah lulus, akan apa?

Akan bekerja? Sudah, bekerja sesuai jurusan kuliah atau bekerja dibidang diluar jurusan? Pertanyaan itu yang selalu mengambang seperti awan gelap akhir akhir ini. Kalau bekerja sesuai jurusan kuliah, paling dekat dan paling mungkin adalah guru. Tapi, dengan realita yang terjadi saat ini, gaji guru honorer tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Sebenarnya cukup cukup saja, karena aku masih tinggal bersama orang tua, lalu apakah aku juga tidak ingin menabung? Membeli barang barang yang dulu belum bisa aku beli? Masa iya setelah lulus pun belum bisa juga? Kalau dari hal hal kecil saja aku belum bisa mencukupinya, apalagi untuk hal hal besar.  Pesta pernikahan? Rumah? Kendaraan baru? Handphone baru? Belum.  Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebelum lulus aku sudah mencoba mencari pengalaman kerja yang lain. Menjadi barista menjadi salah satunya. Apakah aku hanya menjadi barista saja? Tidak, aku juga freelance sebagai guru ekstra menggambar, ya, ekstra menggambar. Masuk...

Akhinya aku Sarjana, eh, Barista sik dingg

Hai pembaca, asikk, lama tidak bersua. Kali ini aku akan membagikan kabar tentang diriku, yang terbaru, asekk. Ya, sudah memasuki semester 12, yang artinya aku sudah hampir 6 tahun kuliah, bisa dibilang aku balik SD kalik yaa karena sama sama 6 tahun, hiks. Aku melihat teman teman seusiaku sudah banyak yang menikah, lamaran, membeli rumah, membeli kendaraan baru, atau sekedar liburan keluar kota. Merasa tertinggal? tentu, tapi yasudahlah aku belum telat telat amat untuk memulai.  Untuk mengimbangi teman temanku, ya walaupun belum tentu seimbang, sihhh, aku memutuskan untuk mencari pekerjaan. Menjadi bairsta. Ya, barista. Membuat minuman, lebih tepatnya kopi, yang sedang hype, trendy dan terkini. Keputusanku untuk bekerja di bidang ini adalah, salah satunya karena teman temanku tak sedikit yang menjadi barista. Sebelumnya, aku memang sudah ada minat untuk bekerja sebagai barista, tapi karena masih ada kesibukan lain yang perlu didahulukan, jadi ya sudahlahh. Kebetulan juga, sekitar ...

Pukul 10 malam, aku ingin tidur

Sederhana saja. Aku ingin bisa tidur lagi di jam 10 malam. Atau paling mentok jam 12, lah. Beberapa belakangan ini, khususnya semenjak menjadi mahasiswa, dengan jam pembelajaran yang sudah tidak seperti di sekolah sekolah. Harus berangkat sebelum pukul 7 dan berakhir pukul setengah 1 atau setengah empat kalau 5 hari kerja. Pembelajaran di kampus waktunya relatif fleksibel. Bisa dimulai pagi sekali, siang atau bahkan sore. Jadi aku tidak harus bangun pagi pagi sekali untuk berangkat ke kampus, ya mungkin kalau ada jadwal jam 7 atau jam 8 baru bisa bangun pagi. Hal tersebut menyebabkan aku berlebihan tidur di pagi/siang hari, yang mana itu mengakibatkan malamnya aku sulit untuk tidur. Awalnya itu tidak mengganggu, bahkan aku merasa senang karena belum pernah seperti itu sebelumnya. Malam tidur begitu larut, bahkan bisa dini hari, lalu bangunnya bisa begitu siang. Jam 8, jam 9, lama lama sampe jam 12 bahkan jam 1. Setelah beberapa tahun, itu mengganggu sekali. Jam tidurku berantakan. Tubu...

Sempro di sebelas (semester)

Update cerita perkuliahan semester ini. Ya, semester sebelas, yang ganas dan beringas. Setelah lega bisa menyelesaikan semua matkul di semester 10, karena tidak ada tanggungan matkul lagi, aku bisa fokus untuk mengerjakam sempro. Sebenarnya sudah nyicil dari lama, tapi karena dulu laptopku sempat ngehank dan aku belum nge back up kerjaanku, akhirnya hilang deh ituu garapan, yaa baru sampe bab 2 sih, dan itu yanh bikin aku tambah malas. Laluu mulai mengerjakan lagi, bab 1 bab 2 bab 3. Sebenarnya aman aman aja, cuma aku masih belum bisa pake zotero ituu, pusingg, jadi agak ku tunda untuk menyelesaikan karena masih bingung untuk ngasih daftar pustakane. Untungnya aku dibantu sama pacarku yang baikk hatii ehehe.  Rencana mau sempro bulan Agustus, tapi ternyata bulan itu banyak acara, biasaa agustusan. Terus mau di bulan September, ternyata masih banyak acara juga, yaudah deh yang penting garapane selesai dulu. Untungnya di bulan Oktober ga terlalu banyak acara, jadi bisa tuh ngurus pen...

Tipes bikin apess

Beberapa hari yang lalu, aku baru saja sembuh dari sakit. Sakit yang tak pernah aku duga sebelumnya. Ya, aku sakit tipes. Tidak pernah terbayang sedikitpun kalo aku bisa terkena penyakit itu. Karena paling mentok ya cuma pilek, batuk, sama masuk angin. Aku tetiba sakit itu di hari Senin. Padahal, sabtu dan minggu sebelumnya aku masih sehat sehat saja. Sabtu masih sempat sepedaan sampe boyolali, dan Minggunya sepedaan sampe kalasan. Mungkin selama sepedaan itu aku kurang minum kali ya, jadinya dehidrasi, sehingga Seninnya saat bangun tidur kepalaku langsung pusing, terutama di bagian kening sama leher belakang. Dari siang, sampe sore, panasnya semakin bertambah, puncaknya di malam hari. Aku panas sekali, kata Ibuk wajahku sampe memerah. Paginya langsung saja ku periksakan ke dokter. Tensiku 112/66, gatau itu normal, tinggi, apa rendah. Kemudian diagnosa dokter tadi aku panas karena kekurangan cairan, dan disarankan agar banyak banyak minum air putih. Setelah 3 hari berobat tu, panasnya ...

Zin(e) bikin inginnn

Zine . Adalah   publikasi independen dan berskala kecil, sering kali berisi teks dan gambar asli, yang dibuat dan didistribusikan di luar sirkuit penerbitan arus utama, dengan tujuan berbagi ide atau minat spesifik dan jarang dicetak dalam jumlah besar .  Publikasi ini sering kali mencerminkan semangat "do-it-yourself" (DIY) dan fokus pada topik-topik unik, seperti seni, musik, politik, atau pengalaman pribadi (itu dari google ya guys).  Tahun lalu, 2024, aku sempat mengikuti open submisi zine. Aku tertarik karena aku suka dengan temanya "menangisi perpisahan dalam satu tangisan", mealnkoli sekali. Ya karena juga saat itu hubunganku dengan kekasihku sedang diujung tanduk, bukan tanduk karena masih lapar loo yaa. Untuk outputnya nanti zine nya akan dipamerkan selama beberapa hari. Open submisi ini diadakan oleh seorang fotografer, namanya Mas Desta aka Rukii Naraya. Seorang fotografer idolaku yang tinggal dan berkarya di Jogja. Karya fotonya semacam dreamy dreamy git...