Sempro di sebelas (semester)

Update cerita perkuliahan semester ini. Ya, semester sebelas, yang ganas dan beringas. Setelah lega bisa menyelesaikan semua matkul di semester 10, karena tidak ada tanggungan matkul lagi, aku bisa fokus untuk mengerjakam sempro.

Sebenarnya sudah nyicil dari lama, tapi karena dulu laptopku sempat ngehank dan aku belum nge back up kerjaanku, akhirnya hilang deh ituu garapan, yaa baru sampe bab 2 sih, dan itu yanh bikin aku tambah malas.

Laluu mulai mengerjakan lagi, bab 1 bab 2 bab 3. Sebenarnya aman aman aja, cuma aku masih belum bisa pake zotero ituu, pusingg, jadi agak ku tunda untuk menyelesaikan karena masih bingung untuk ngasih daftar pustakane. Untungnya aku dibantu sama pacarku yang baikk hatii ehehe. 

Rencana mau sempro bulan Agustus, tapi ternyata bulan itu banyak acara, biasaa agustusan. Terus mau di bulan September, ternyata masih banyak acara juga, yaudah deh yang penting garapane selesai dulu.

Untungnya di bulan Oktober ga terlalu banyak acara, jadi bisa tuh ngurus pendaftaran. Karena aku kurang update seputar perkuliahan, kukira kalo mau daftar sempro tu ya tinggal daftar aja, ternyata ada syarat syarat e, ya sebenere syarat syarat e itu udah ada semua, tapi masih harus nyari dulu.

Aku daftar itu hari rabu, ya perkiraan sempronya seminggu setelah pendaftaran lah. Hari kamis ternyata jadwalnya sudah keluar. Hari senin, jam 8. Gilak, senin senin esuk esuk banget gak tuhh. 

Nah, aku kira semua sudah tinggal berangkat saja. Aku membawakan proposalku dan menyiapkan ppt ku, dan dosen penguji juga sudah bersiap di tempat, pikirku waktu itu.

Minggu, sehari sebelum sempro aku sudah ngeprint proposal ditemani pacarku, asikk, dan dilanjut bikin ppt sekalian ngulik materi buat presentasi besok.

Malamnya aku mengabari di grup ukm ku bahwa aku mau sempro, lalu aku bertanya kalau besok tinggal berangkat kan? Gausah menghubungi dosen dulu? Tanyaku dengan polos.

Temanku yang sudah lulus duluan baru memberitau bahwa beberapa hari sebelum seminar harus sudah menghubungi dosen dan menyerahkan proposal. Dimana malam itu aku belum menghubungi dosen dan menyerahkan proposall, fakk menn parnoo lahh aku, akhirnya temanku menyarankan untuk konfirmasi besok paginya.

Senin, pagi, dan sedikit berkabut. Aku segera menghubungi kedua dosen pengujiku. Ada yang langsung dibalas dan memberitahu bahwa beliau tidak bisa hari itu, dan minta hari lain, legaaa. Dan yang satunya lagi juga kaget karena mendadak sekali dan beliau belum menerima proposal dariku. Akhirnya hari senin yang harusnya menjadi jadwal ujian, berganti menjadi hari aku memberikan proposalku kepada beliau beliau.

Untuk dosen yang tergolong masih baru, aku dapat bertemu langsung, sedangkan dosen yang lebih senior yang kebetulan juga wakil dekan, aku menitipkan di mejanya saja.

Untuk dosen yang masih muda kemarin, meminta ujianku di hari selasa saja, karena beliau hari rabu dan seterusnya full ngajar, alhamdulillah. Lalu untuk dosen yang lebih senior minta di hari rabu saja karena beliau hari selasanya full ngajar.

Selasa, siang, setengah sebelas. Aku datang ke kampus, kemudian mendatangi dosen pengujiku. Oiya, aku ditemani teman sekelasku yang belum lulus juga. Setelah aku masuk ke ruangan beliau, aku mempersiapkan, lalu presentasi dannn sudahh, malah jadi kek bimbingan aja, jantungku yang sudah berdebar kencang kemudian mengendur perlahan. Lalu diberitau bahwa skripsiku masih kurang ini dan itu, tidak dimarahi cenderung diarahkan, baik sekali.

Kemudian satu hari setelahnya, Rabu. Pukul sepuluh. Belum juga datang pengujiku, aku menunggu hampir 30 menit dan akhirnya beliau datang juga.

Sebelum aku, ternyata masih ada mahasiswa yang mau bimbingan, sepertinya angkatan di bawahku. Ya, mereka bersemangat sekali, ingin segera lulus dan cumlaude.

Setelah selesai, akhirnya tiba giliranku. Ku kenakan almet oren kebanggaan, jiakhh, baru juga mau mempersiapkan materi, aku langsung dicecar pertanyaan, dasdes satset, tidak terlalu banyak bertele tele, langsung membenarkan skripsiku yang ternyata masih kurang pas, dan selesai, cepat sekali.

Sempro tidak semenakutkan apa yang ku bayangkan, serasa seperti bimbingan aja, tetapi sama dosen lain.

Setelah selesai, aku dihampiri beberapa temanku. Aku merasa senang, karena di semester akhir ini masih ada teman teman yang menemani dan mendukungku. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepeda? Yuhuuu....

aku tak ingin hubunngan kita kandas, dan kampas remku panas

Pukul 10 malam, aku ingin tidur