Postingan

Akhirnya hujan turun

 Akhirnyaaa, setelah sekian lama menunggu hujan, akhirnya turun juga, tapi omong omong, turunnya lewat mana ya, lewat tangga? atau lewat lift? entahlah itu bukan urusan kita tentunya, yang terpenting hujan turun menyegarkan dahaga tanah tanah kering dan pohon pohon yang mulai berguguran daunnya, asikk. Yang pasti, sungai sungai kering kembali terisi, membantu irigasi Pak Tani, mwehehe.  Setelah beberapa waktu kemarin cuaca sedang panas panasnya, yang mana identik dengan sebuah pertanda kalau musim kemarau akan segera berakhir dan berganti ke musim hujan, tapi ternyata enggak e, malah tambah lama musim kemaraunya, wahduh wahduh. Sampai sampai para kipas angin bekerja mati matian menghalau panas agar tidak memanggang tubuh ini, hwaaa.  Karena hari ini tadi sudah mulai turun hujan, walau cuma sebentar juga, senang sekali rasanya. Teringat penggalan lirik lagu Desember dari Efek Rumah Kaca, " aku selalu suka sehabis hujan di bulan Desember...", jujur aku juga suka karena wang...

Bimbanggg, tapi bukan Bimbang Pamungkas

Gaes, gaes... selamat malam, mau numpang curhat nih, beberapa belakangan ini, saat malam tiba aku suntuk, tapi bukan suntuk sate ya,ehehe. Bukan tanpa sebab aku merasa suntuk, tapi dikarenakan skripsi, yoi skripsi. Teman temanku yang lain rajin betul e mengerjakan skripsinya. Sebenere aku bisa dikatakan rajin juga sih, rajin menata niat tapi ehehe, sore hari itu tekat yang belum bulat itu aku coba untuk kubulatkan, agar malam nanti setelah isya mulai mengerjakan skripsi. Tapi jangan berprasangka jauh dulu, aku belum mulai bab 1 kok, masih nyusun outline, itu saja e masih aras arasen beginiii, hadehhh. Itu jangan dicontoh ya gaes, kalian harus rajin mengerjakan, yo paling tidak baca jurnal apa skripsi sedikit sedikit. Jujur aku sebenere bukan orang yang suka membaca tulisan yang panjaaaaaaaaaaaang bangett, lebih suka kalau baca tulisan yang pendek pendek saja. Jadi dalam proses pengarjaan skripsi, aku terdistraksi oleh hal tersebut, tapi kalau aku cuma menuruti egoku, yo skripsiku ra ra...

Emm anu, semester tu7uh

Semester tu7uh Halo, rekan sejawat, rekan mahasiswa, khususon teman temanku yang sudah mulai menginjak semester tujuh, nggak sopan banget nginjak injak, ehehe, maksudku mulai memasuki semester tujuh. Sebelumnya aku lupa kalau sudah menulis tentang experience waktu semester 6 di blog sebelum ini, aneh, nulis nulis sendiri, kok lupa lupa sendiri.   Oke, lanjut saja, itu tidak penting. Di semester tujuh ini, aku pribadi cukup terkejut, bagaimana tidak, setelah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata alias KKN, selang beberapa minggu langsung ada jadwal untuk magang, gilak, belum istirahat sudah disusul kegiatan lain saja.  Apalagi jurusanku pendidikan, dan di semester 7 ini, aku magang untuk yang ke 3 kalinya, sebelumnya di semester 5 dan 6 sudah magang juga, tapi masih sebatas observasi, nah, magang yang di semester 7 ini adalah mulai praktek mengajar. Aku langsung parno dong, mana mengajarnya mengajar kelas 11 SMA, wahduh, makin menjadi jadi deh parnonya, bukan karena apa, tapi...

6 smt

 Tak terasa ya brookk, 2020 adalah 3 tahun lalu. Sekarang 2023 juga sudah berjalan hampir setengah tahun. Waktu begitu cepat berlalu. Tentunya sudah banyak hal yang dilalui. Sampai kadang lupa bahwa sudah melalui banyak hal, seperti aku misale ehehe, ya karena aku orang e lalinann. Hal hal baik, hal hal kurang baik, berdatangan silih berganti. Saat hal itu datang, terkadang sampai bingung mau bagaimana menyikapi, terlebih hal yang kurang baik. Tapi ternyata, yang terpenting adalah bertahan, hadapi saja, nanti juga lewat. Kadang malah kalau lari menghindari masalah, akan menemukan masalah lain lagi, begitu seterusnya. Yaa memang masalah ada untuk dihadapi sih, siap tidak siap. Tak terasa juga ini semester 6 sudah mau selesai, gilakk. Ya seneng ya sedih, senengnya kalau kuliahnya normal dan sesuai, ya tinggal 1 tahun lagi bisa lulus, sedihnya ya belum siap aja kalau sudah mau masuk akhir2 masa kuliahh.  Kuliah ya gini gini aja, eh, apa aku yang kurang bisa menikmati ya? Hmm. Ya ...

Mu si666

Musik dan tongkrongan. Musik adalah musik, dan seringkali saat nongkrong, musik menjadi salah satu bahasan yang cukup menarik. Untuk saat ini, tren musik sedang embuh lah ya, dengan zaman yang sudah modern dan maju ini, industri musik juga ikut maju karena ingin menjawab pertanyaan, eh bukan dingg... ya pokoknya ada peningkatan gitu lho, entah dari genrenya atau jenis alat musiknya. Kalau musik jaman sekarang lebih cenderung ke musik musik edm, aku dewe yo ra mudeng edm wkwk, yo pokok e seperti alat2 musik yang dibutuhkan ki lebih simple, dan didukung dengan sosial media yang, yang, yang... opo ya, sudah ada aplikasi untuk menambah musik itu loo, yang mana kalau lagu yang sedang trend di pasang sbg backsound, maka akan lebih terkenal, femes, dan lain lain. Musik edm ini sepertinya lebih mengarah pada anak muda kekinian sebagai targetnya, aku bukan menjadi target karena tidak kekinian po yo wkwk. Nah, dan yang menarik lagi, ada sebagian anak muda yang malah tidak tertarik atau bahkan an...

seme5ter lima

Melek moto semester limo ! Bagi mahasiswa angkatan tahun 2020, eh, tahun angkatan 2020, untuk saat ini sudah mulai memasuki semester 5, yang "katanya" semester paling berat di antara semester semester lain, padahal kan 1 semester kan 100cm, h3h3, itu kan 1 meter. Bagaimana tidak, setelah menjalani perkuliahan selama kurang lebih 2 tahun, dilakukan dengan daring atau online, ternyata pembelajaran tersebut kurang efektif, banyak mahasiswa mengeluhkan bahwa materinya tidak sampai, hmm mungkin karena kurirnya tersesat? Tentu tidak !. Namun, ada juga sebaliknya, mereka yang nyaman dengan pembelajaran onlen karena bisa di sambi kegiatan lain, selain itu, untuk mendapatkan nilai yang baik cukup mudah. Tetapi, dampaknya adalah setelah mulai perkuliahan tatap muka, mahasiswa yang dulunya presentasi lewat online, sekarang harus berhadapan langsung dengan teman dan dosen, bertanya jawab secara langsung dengan dosen, dan apabila tidak siap, menimbulkan nervous yang luar biasa, kira kira ...

Cuci muka

 3 hari belakangan ini saya rajin mencuci muka, tetapi menggunakan sabun muka punya ibu saya, yang ternyata diperuntukkan untuk yang usia 50 tahun ke atas, ya saya gapapa dong, wong usia saya 60 tahun, h3h3. Memang setelah cuci muka, muka saya terlihat lebih cerah, karena sebelumnya saya kalau cuci muka, saya masukkan laundryan.