Akhinya aku Sarjana, eh, Barista sik dingg

Hai pembaca, asikk, lama tidak bersua. Kali ini aku akan membagikan kabar tentang diriku, yang terbaru, asekk. Ya, sudah memasuki semester 12, yang artinya aku sudah hampir 6 tahun kuliah, bisa dibilang aku balik SD kalik yaa karena sama sama 6 tahun, hiks. Aku melihat teman teman seusiaku sudah banyak yang menikah, lamaran, membeli rumah, membeli kendaraan baru, atau sekedar liburan keluar kota. Merasa tertinggal? tentu, tapi yasudahlah aku belum telat telat amat untuk memulai. 

Untuk mengimbangi teman temanku, ya walaupun belum tentu seimbang, sihhh, aku memutuskan untuk mencari pekerjaan. Menjadi bairsta. Ya, barista. Membuat minuman, lebih tepatnya kopi, yang sedang hype, trendy dan terkini. Keputusanku untuk bekerja di bidang ini adalah, salah satunya karena teman temanku tak sedikit yang menjadi barista. Sebelumnya, aku memang sudah ada minat untuk bekerja sebagai barista, tapi karena masih ada kesibukan lain yang perlu didahulukan, jadi ya sudahlahh. Kebetulan juga, sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu temanku pernah membuka kedai kopi kecil kecilan. Aku dan temanku sering main kesana. Setelah beberapa kali mampir, aku mulai diajari temanku untuk membuat kopi sendiri. Mulai dari menggiling, menimbang, mengekstraksi sampai kopi siap disajikan. Saat itu ya belum terlalu memperhatikan, manut sesuai arahan teman saja, akhirnya aku jadi tahu proses pembuatan kopi dari awal, bukan dari menanam loo yaa tapii. 

Bermodalkan sedikit pengalaman tadi, setidaknya aku tidak yang enol enol banget lah tentang dunia kopi. Aku mencari cari loker barista di sekitar Klaten, saat itu ada 1 di Klaten, dan 2 di Delanggu. Aku baru bikin CV juga sih sebenernyaa, gatau bagus apaa belum yang penting gass ajaa. Kemudian apply lah akuu. Setelah menunggu beberapa harii, eh hari apa minggu yaa, e-mailku ada balasann, asekk, gercepp dongg akuu, langsung kubalas dengan jelas dan lugas, dan aku mendapat undangan interview, first time banget kerjaa serius pake interview segalaa wkwkw, eh tapi harusnya memang seperti itu sihh, umumee.

Tanggal berapa ya aku lupa, aku berangkat interview. Undangan interview jam 4 sore. Saat itu, mendung juga, hampir gerimis, air hujan sudah mengambang diatas kepala. Jam 3 lebih 15 aku berangkat, dengan estimasi perjalanan 15 menit, aku bisa sampe sana jam setengah 4, masih ada waktu sekitar 30 menit untuk aku mengamati tempat kerja disana, dan njagani biar ga telat. Ternyata baru setengah jalan sudah gerimiss, busyett. Sampai di lokasi, aku langsung memakai sepatu, karna tak copot pas hujan tadi. Aku memantapkan diri untuk masuk, dan memesan segelas americano hangat, less sugar. Kek orang tolol mungkin yaa terlihat ngopi sendiriann, oiya aku ga bilang ke kasir kalo aku mau interview, aku langsung menghubungi yang bersangkutan untuk konfirmasi bahwa aku sudah sampe di lokasi. 

Setelah sekitar 45 menitan menunggu, akhirnya ownernya datang. Yang datang ternyata istrinya dulu, aku diajak ke belakang dan ngikut saja, lalu ditanya apa aja ya aku lupa, yang ku ingat saat di interview istrinya bosku itu cuma 2, yang pertama, pas diminta mengirim ulang surat lamaran, aku malah mengirim surat lamaran yang untuk Fore, fakmen maluu akuu, ga telitii wkwk, sama yang satu lagi ditanya, "misal kalo diterima apakah mau membantu depan belakang (barista dan kitchen)?" karna disini sistemnya saling bantu membantu, kurang lebih seperti itu .

Kurang lebih kami berbincang 15 menit, kemudian disusul oleh Pak bosku langsung. Tidak ada basa basi, dan langsung to the point. Aku ditanya "seberapa ingin kamu jadi barista? 1-10? aku jawab "8 Pak", lalu ditanya balik, "lohh kenapa ga 10 sekalian? berati kamu ga pengen beneran jadi barista?" aku jawabb lagi, "yaa pengen pakk, tapi kalo misal keterima, baru sampe 10, kalo ga keterima kan masih ada keinginan lain yang saya wujudkan", Kemudian dikasih tau juga kalo semisal diterima disini, gaada yang ngajarin, gaada waktu buat belajar, artinya ya lepas setang aja, ya aku iya iya aja sihh, kemudian disodorkan menu menunya. Lumayan banyak pilihan menunya, teerutama untuk pilihan minumannya ya, sekitar 15an kalo ga salah. Lalu ditanya lagi, butuh berapa lama untuk bisa menguasai semua menu itu? Sebelum menjawab, aku teringat perkataan temenku kalo interview itu pokoknya dijawab bisa dan siap siap aja, urusan di lapangan nanti bisa sambil belajar, dengan yakinnya aku menjawab, "sekitar 1 sampai 2 minggu pakk". Kemudian calon bosku meyakinkan lagi, "yakin cukup?" saya jawab dengan penuh keyakinan dan separuh keraguan wkwk, "yakin pakk". Setelah itu aku ditanya tentang varian menu kopi, ada beberapa yang aku gatau dan aku malah langsung disuruh install tiktok biar tau resep resep, karena ternyata di tiktok itu banyak sekali resep resep kopi yang dibagikan. Aku yang anti tiktok seketika gugur fren, terpaksa mendownload tiktokk, "AAAAaaaaaaaaaaaaaaaaa".

Hampir setengah jam kami mengobrol, lalu aku diajak ke bagian bar, dikenalkan kembali dengan mesin dan kopi, lalu disuruh praktek bagaimana membuat basic dari semuaa minuman kopi, yaitu espresso. Aku sedikit agak lupa, ternyata prosesnya mulai dari menimbang berat biji kopi dulu, mau pakai berapa gram, kalau ga salah namanya dosing. Setelah itu ada tamping, yaitu meratakan bagian permukaan kopi agar tidak terlalu miring, karena bisa berpengaruh pada proses ekstraksi, untuk tekanannya tidak boleh terlalu kencang dan tidak boleh terlalu lemah, karena akan berpengaruh pada hasil juga tentunya, ribett bangett yaallohh mung arep nggawe kopi, dan ya, proses terakhir ekstraksi, kemudian disuruh menganalisis hasilnya bagus apa enggak, air yang turun itu bisa lancar apa enggak, apa putus putus, ya, kurang lebih seperti itulahh. 

Aku mengulang sekitar 3x kalo ga salah, adzan isya bergema, berarti sudah sekitar 3 jam aku disana, berkenalan dengan alat dan bahan, juga teman yang sudah bekerja disana terlebih dulu, tinggal menunggu pengumuman saja sih, akhirnya aku diperbolehkan pulang.

2 minggu berselang, aku mendapat pesan dari whatsapp bahwa aku diterima sebagai barista, YEAYYY BARISTAAA, tetapi untuk kapan bisa mulai kerjanya belum diberitahu. Sabtu siang, pukul 2 kurang 10, aku ditelpon Bu boskum ditanya apakah hari ini bisa masuk? wow mendadak sekalii, tetapi karena aku sedang longgar ya aku jawab bisa saja langsung masuk, akhirnya aku bergegas mandi, dandan dan berpamitan. "Lo, meh nendi le?' tanya Ibuk karena siang siang kok mandi "meh kerja, saiki aku wes keterima kerja". Fyi dari awal aku melamar sampe interview orang rumah gaaada yang tau gess eheheh, biar jadi surpres ajaa, dan alhamdulillah e keterima, akhirnya aku berpamitan dan langsung berangkattt. Day one jadi baritsa akan seperti apa? ya nanti tak ceritakan lagi, hehe, yang penting sekarang aku dah jadi baristaaaa aaaaa asik asikk josss, ihiikk.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pukul 10 malam, aku ingin tidur

Tipes bikin apess